Berita

Cara Kerja dan Jenis Katup Blowdown

1
Katup blowdown digunakan untuk menguras sejumlah cairan dari suatu peralatan. Katup ini dipasang pada peralatan yang fluida kerjanya mengandung kotoran padat. Sifat kotoran tersebut adalah tidak larut dalam fluida kerja dan dapat mengendap di permukaan peralatan sehingga menyebabkan masalah dalam pengoperasian peralatan.
Umumnya katup blowdown dipasang pada peralatan dalam proses yang cairan kerjanya adalah air. Jika air mengandung kotoran padat dan sejumlah air diuapkan terus-menerus oleh beberapa mekanisme misalnya drafting di menara pendingin atau penguapan dalam boiler maka konsentrasi kotoran padat di sisa air yang terkumpul di dalam peralatan meningkat.
Jika jumlahnya banyak, maka akan mulai mengendap di permukaan peralatan. Endapan tersebut berpotensi menyebabkan penyumbatan di jalur aliran cairan dan proses yang memerlukan operasi perpindahan panas bahkan lebih rentan menghadapi kesulitan operasional.
Dalam pengoperasian boiler, endapan kotoran paling tinggi terdapat di lokasi tempat air cair diubah menjadi uap. Kerak yang terbentuk berfungsi sebagai lapisan isolasi yang menghambat aliran panas melalui peralatan. Seiring dengan meningkatnya ketebalan kerak yang terbentuk, laju pembentukan uap menurun karena laju aliran panas menurun. Bisa juga terjadi bahwa suhu permukaan logam meningkat karena akumulasi panas sedemikian rupa sehingga permukaan logam itu sendiri dapat rusak.
Jenis-jenis Katup Blowdown
Pengendapan kotoran padat dapat berlangsung lebih cepat atau lebih lambat, tergantung pada kondisi proses dan juga kualitas air yang digunakan. Berdasarkan hal ini, mekanismenya diklasifikasikan sebagai blowdown permukaan atau blowdown bawah.
Katup Blowdown Permukaan:
Ini digunakan pada kondisi-kondisi di mana presipitasi kotoran padat relatif lebih lambat. Desain yang paling sederhana adalah bahwa sebuah pipa dimasukkan di dekat permukaan air dan sebagian air dari peralatan dibiarkan keluar. Mekanisme blowdown permukaan memungkinkan peralatan dioperasikan secara terus-menerus pada kondisi steady state. Saat menggunakan ini di boiler, air yang dipindahkan dikirim ke flash tank di mana ia di-flash dan uap yang di-flash digunakan untuk memanaskan air umpan. Desain yang lebih efisien adalah dengan menggunakan sambungan putar dan sepotong pipa pendek digantung pada pelampung. Mekanisme ini memungkinkan pengumpulan minyak yang mengapung di permukaan air. Jika minyak tidak dikeluarkan maka akan menyebabkan busa di dalam boiler.
Katup Blowdown Bawah:
Senyawa ditambahkan untuk mengolah air sehingga terbentuklah lumpur akibat akumulasi kotoran padat. Lumpur ini dengan cepat mengendap di dasar dan disediakan drum lumpur untuk menampungnya. Katup dibuka secara berkala dalam waktu singkat untuk membuang lumpur yang mengendap. Katup tidak dioperasikan dalam keadaan stabil dan tidak disarankan untuk membuka katup dalam waktu lama karena akan memengaruhi level air di dalam peralatan. Level air dapat menurun terlalu cepat dan peralatan mungkin harus dimatikan agar tidak kehabisan air. Diameter pipa cukup besar sehingga lumpur tidak tersangkut dan menghalangi aliran.
Keuntungan Katup Blowdown
 Meningkatkan produktivitas dan mengurangi penghentian peralatan yang mungkin disebabkan secara berkala akibat endapan endapan.
 Dapat diotomatisasi atau dioperasikan secara manual. Mudah diotomatisasi dan juga mudah dioperasikan secara manual.
 Perawatannya cukup mudah karena desainnya sederhana dan kebutuhan perawatannya juga minimal.


Waktu posting: 17-Des-2021